I.             JUDUL : Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida  ...

Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida

/
0 Comments


                   I.            JUDUL :
Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida
                II.            TANGGAL PERCOBAAN : Rabu, 12 April 2012
             III.            TUJUAN :
Untuk mengetahui pengaruh katalis ammonium molibdat dalam reaksi kalium iodida dan hidrogen peroksida
             IV.            TINJAUAN PUSTAKA :
Dalam ilmu kimia kita tentu sering mendengar istilah laju reaksi. Dalam penerapannya, jika laju reaksi tersebut sebanding dengan konsentrasi dua reaktan A dan B sehingga:
v = k [A][B]
koefisien k disebut konstanta laju, yang tidak bergantung pada konsentrasi (tetapi bergantung pada temperatur). Lain halnya dengan ordo dari suatu reaksi kimia, ordo reaksi nilainya ditentukan secara percobaan dan tidak dapat diturunkan secara teori, walaupun stokhiometrinya telah diketahui (Atkins, 1996).
Besar kecilnya nilai dari laju dari suatu reaksi kimia dapat ditentukan dalam beberapa faktor, antara lain sifat pereaksi, suhu, katalis dan konsentrasi pereaksi. Dalam sifat pereaksinya, ada yang reaktif dan ada yang kurang reaktif, misalnya bensin lebih cepat terbakar daripada minyak tanah. Berdasarkan suhunya, hampir semua pereaksi menjadi lebih cepat bila suhu dinaikkan, karena kalor yang diberikan akan menambah energi kinetik partikel pereaksi, akibatnya, jumlah energi tabrakan bertambah besar. Dalam katalis, laju reaksi dapat dipercepat
dengan menambah zat yang disebut katalis. Katalis sangat diperlukan dalam reaksi organik, termasuk dalam organisme. Sedangkan pada konsentrasi pereaksi, dua molekul yang akan bereaksi harus bertabrakan langsung. Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat reaksi (Syukri, 1999). Dengan persamaan sebagai berikut:
ln (a – b) = -kt + ln a (Atkins, 1996).
Kecepatan reaksi sangat bergantung pada ion peroksida, kalium iodida dan asamnya. Reaksi hidrogen peroksida dengan kalium iodida dalam suasana asam dan dengan adanya ammonium molibdat, maka peroksida akan membebaskan iodium yang berasal dari kalium iodida yang telah diasamkan dengan asam sulfat. Bila reaksi ini merupakan reaksi irreversibel (karena adanya natrium tiosulfat yang akan merubah iodium bebas menjadi asam iodida kembali) kecepatan reaksi yang terjadi besarnya seperti pada reaksi pembentukannya, sampai konsentrasi terakhir tak berubah (Bird,1993). Pada larutan yang mempunyai keasaman tinggi atau kadar iodida yang tinggi akan didapatkan kecepatan reaksi yang lebih besar. Untuk menghitung kecepatan reaksi, yang dapat dihitung adalah penjabaran kecepatan reaksi yang memerlukan besarnya konstanta kecepatan reaksi. Hukum laju orde pertama untuk konsumsi reaktan adalah
ln (a – b) = -kt + ln a (Atkins, 1996).
                V.            ALAT DAN BAHAN
 Alat :
•     Gelas ukur 10 mL       1 buah
•     Stopwatch                   1 buah
•     Tabung reaksi 3 buah
•     Labu ukur 10 mL        1 buah
Bahan :
•     Larutan Kalium Iodida 0.5 M
•     Larutan Asam Sulfat 0.5 M
•     Larutan H2O2 10 M (30%)
•     Larutan Ammonium Molibdat
•     Larutan Kanji/ amilum



             VI.            ALUR
                     Silahkan buat sendiri, hehehe
        VII.      DATA PENGAMATAN
                     Silahkan praktikum sendiri, hehehe
       VIII.            ANALISIS
 Percobaan tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh katalis amonium molibdat dalam reaksi antara kalium iodida dengan hidrogen peroksida. Katalis amonium molibdat dibuat dengan cara mengencerkan 2 tetes amonium molibdat sampai 10 cm. Larutan katalis harus diencerkan agar pengaruhnya maksimal. Langkah selanjutnya adalah mencampur H2O2, air, dan larutan kanji dalam dua tabung yaitu tabung 1 dan tabung 2. Pada tabung 1 ditambahkan katalis amobium molibdat. Setelah itu kedua tabung masing-masing ditambahkan 1 tetes larutan KI lalu dicatat waktu penetesan sampai muncul warna biru. Larutan KI akan bereaksi dengan larutan H2O2 sebagai berikut:
2KI + H2O2 → 2KOH + I2
Tujuan penambahan larutan kanji adalah untuk mendeteksi keberadaan I2. Dari hasil percobaan diperoleh waktu rata-rata tanpa katalis adalah 59 detik, sedangkan jika menggunakan katalis adalah 4,67 detik. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa katalis tersebut mampu mempercepat laju reaksi.
             IX.            KESIMPULAN
 Berdasarkan hasil percobaan maka dapat disimpulkan bahwa katalis amonium molibdat mampu mempercepat reaksi antara kalium iodida dengan hidrogen peroksia
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1996. Kimia Fisika Jilid 2 Edisi Keempat. Erlangga. Jakarta.
Bird, Tony. 1993. Kimia Fisik Untuk Universitas. PT Gramedia. Jakarta.
Syukri, 1999, Kimia Dasar 2, ITB Press, Bandung.


You may also like

Tidak ada komentar:

Silahkan berkomentar secara sopan dan tidak melanggar etika. Komentar yang berbau spam akan langsung saya hapus.